Sebuah Anugerah


silva familyMalam semakin larut, kala waktu menunjukkan 01.46 WIB dibulan ramadhan dan dimalam kedua dinas malam, aku merangkai lantunan kata perjalanan hidupku bersama istri dan si kecil silva. Ya, 4 Januari 2014 lalu silva hadir dalam keluarga kecil kami.Yang tadinya di rumah hanya  berdua, silva hadir meramaikan rumah dengan tangis dan tawanya. Menebarkan ceria dengan senyum kecilnya yang membuat kita gemas dengan pipinya yang seperti bakpao isi daging.. Hahaha.

Alhamdulillah ya Allah, kau beri kami anugerah, buah hati yang membuat hidup kami lebih hidup. Silva yang tak mau diam yang kini sedang masa nya belajar tengkurep, membolak-balik kan badan nya tengkurep-telentang, merayap dan menangis ketika kelelahan. Biasa nya hanya ingin digendong atau haus memanggil mama dengan raut membuka mulut dengan lidah yang mengecap.. Hahaha.

Kalo kata mamanya silva tuh, jangan ganggu (gendong) silva kalo lagi main, karena kalo udah digendong gak mau dilepas lagi.. Hahaha. (Kalo gak percaya buktikan sendiri).

Buatku, keceriaan kalian adalah kebahagianku. Senyum kalian adalah ‘doping’ku dalam menjalani hidup. Tetaplah berada disampingku, menghadapi kerasnya hidup ini. (Yan shu)

 

Penulis: Yan shu

" Menyempatkan waktu untuk membaca, berarti memberi kesempatan kita membuka jendela dunia "

1 thought on “Sebuah Anugerah”

  1. wahh,. terharu aku bacanya. lama gak main kesini, ternyata sudah ada dedek bayi yang unyu. Hihi..
    Titip cubit pipinya Silva ya mas, kayaknya iya tuh, kenyel kenyel kayak bakpao. hahaha

Jangan lupa "like" dulu ya :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s