Balada pekerja senior


pekerjaDeru mesin masih menggema di pabrik itu, menghasilkan cahaya untuk menerangi hidup kita semua. Bukan hanya karena Thomas Alva Edison yang dapat membuat bola lampunya, tapi mereka pula yang berusaha menghasilkan sumber cahayanya.

Tak berbeda seperti kuli disaat sedikit saja bermasalah, bermain dengan debu, pasir bahkan valve yang besarnya seperti stir kapal laut dan terkadang bekerja layaknya pekerja kantor yang hanya duduk dan menatap layar monitor disaat peralatan normal beroperasi.

Di sampingnya, terkadang merasa aman dengan pandangan ringan bahwa dia penuh pengalaman. Disaat aku bertanya, bahkan seperti profesor yang mengetahui detail nya, karena zaman tak dapat merubah fungsinya tapi merubah cara kerjanya agar jadi lebih mudah.

Yahh, lebih mudah !!!
Seperti kita tahu ilmu pengetahuan dan teknologi semakin hari semakin berkembang, yang di Era nya masih banyak button atau biasa kita sebut tombol yang harus di push, sekarang sudah bermain dengan si tikus alias Mouse. Ataupun yang di Era nya masih banyak menggunakan kertas dalam proses kerjanya kini mulai beralih surat elektronik atau Email bahkan program aplikasi namun mereka lebih suka cara yang lama yaitu kertas dan pena.

Tak hanya disatu daerah, di daerah lain pun tak jauh berbeda. Semakin majunya teknologi informasi yang tadi masih banyak menggunakan kertas kini beralih ke sistem aplikasi yang dapat diakses di seluruh Indonesia tapi bagi ‘mereka’ itu tak menyenangkan, harus mengisi form usulan penilaian yang terdapat pada situs web  hingga menginput pencapaian yang di raih menurut mereka itu merepotkan karena biasanya hanya mengacu dari penilaian atasan tanpa harus input.. Input dan input.

Akibatnya, penilaian kinerja mereka tidak keluar karena memang belum diisi sehingga bonus yang didapat dari hasil penilaian itupun musnah.
Salah siapa !!! Management atau bahkan Teknologi ???
Parahnya saat bonus mereka tidak cair, bigboss mereka pun dipolisikan. Apa itu patut jadi contoh para junior yang sedang berkembang, menuntut hak tapi mengabaikan kewajiban, bagaimana indonesia bisa maju jika senior nya bahkan tak bisa dijadikan panutan.

Penulis: Yan shu

" Menyempatkan waktu untuk membaca, berarti memberi kesempatan kita membuka jendela dunia "

4 thoughts on “Balada pekerja senior”

Jangan lupa "like" dulu ya :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s