Ayam Join’an


Sebenarnya ini kerjaan iseng, catatan iseng karena memang semua iseng buat mengisi waktu senggang daripada bengong.. Hehe.. Sebagai kolis (koki listrik) dan mahasiswa semester tua yang udah gak sabar pake toga untuk yang kedua kalinya (pertama kali dulu waktu Diploma) dan tinggal di mess milik kantor supaya gak nganggur-nganggur amat waktu di mess, saya memelihara satu ekor ayam jantan dan betina.

induk ayamSemua normal seperti biasa, tapi disaat betina mulai menetaskan anak-anak ayam nya, Alhamdulillah saya dapat calon ayam goreng #ehh bukan itu maksudnya. Induk ayam telah menetaskan 5 ekor anak ayam yang masih unyu-unyu dan karena Track record yang buruk sering tenggelam di selokan sebelum nya maka anak-anak ayam itu sementara dibesarkan dengan kandang berpenerangan lampu dan sampai sedikit  besar dan sebelum anak-anak ayam itu besar induknya sudah menetaskan lagi. Saya mulai kelabakan karena kandang yang ada tidak bisa menampung banyak ayam maka 1 demi 1 kubawa pulang untuk lauk makan.

Saat anak-anak ayam itu mulai bertelur, celakanya mereka bertelur di tempat yang sama. 2 ekor betina bertelur pada tempat yang sama padahal ada tempat yang lain. Tak hanya itu, saat betina-betina kecil sudah mulai ‘memeti’, saya semakin sibuk dengan tingkah para calon mbok ayam itu, sudah disediakan tempat masih suka bertelur ditempat ayam lain. 4 ekor betina bertelur dalam jangka waktu yang hampir bersamaan dalam kandang yang hanya berukuran 1×1 meter membuatku ‘gila’, disaat anak ayam mulai menetas kala itu saat saya off kerja dan saat saya kembali keesokkan harinya, “ayam itu” (baca:entah yang mana) menetaskan 4 ekor anak. mungkin bingung yang mana induknya, anak-anak ayam itu induk yang ada didekat nya dan jadilah 2 induk menjaga 4 ekor anak ayam bersama-sama.

Saya jadi serba salah saat ingin memisahkan 4 ekor anak ayam dari 2 induk ayam itu, karena 1 saja galak apalagi 2 induk ayam… hahaha.. kalo bahasa dirumah itu “ditladung”. Alhasil kubiarkan saja begitu beberapa saat dan akhirnya 2 ekor anak ayam tenggelam karena tidak diselamatkan induknya.. hiks.. hiks.. sekarang tinggal 2 induk ayam 2 anak ayam + 1 anak ayam linglung yang ikutan nimbrung masuk komunitas joinan jaga anak ayam.. hahaha.

Penulis: Yan shu

" Menyempatkan waktu untuk membaca, berarti memberi kesempatan kita membuka jendela dunia "

17 thoughts on “Ayam Join’an”

  1. Bapak saya juga miara ayam. tanpa perlu repot bikin kandang. ayam-ayam tidur di atas pohon macam ‘pithik alas’. padahal mereka kan ‘pithik kampung’ ya? Hehe

  2. Bapak saya juga miara ayam. tanpa perlu repot bikin kandang. ayam-ayam tidur di atas pohon macam ‘pithik alas’. padahal mereka kan ‘pithik kampung’ ya? Hehe *biar gak anonymous :p

  3. di rumah aku juga miara ayam, ada ayam bangkok, ayam kampung sama ayam katai juga.. suka deh lihatnya kalau baru menetas gitu, bulunya halus warna kuning gitu suka pegangnya. Tapi kalau ngurusnya seh aku ogah. hihihi

Jangan lupa "like" dulu ya :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s