Cerita Idul fitri 1433 H


Lebaran idul fitri adalah saat-saat dimana semua keluarga berkumpul, yang sudah bekerja mendapat libur cuti bersama bahkan yang tidak bisa libur mrngusahakan agar bisa cuti. Menikmati masa-masa silaturahmi bersama keluarga dekat, meski harus penuh peluh setelah menempuh jarak yang tidak dekat, tapi semua luruh bersama canda tawa dikala tawa tercipta. Itulah segelintir cerita pekerja yang kerja tak mengenal hari meski lebaran sekalipun, meski ada sedikit dispensasi kecil. Dan tahun ini saya salah satu yang beruntung karena bisa mendapat cuti saat lebaran.

Lebaran pertama, akhirnya saya bisa berkumpul dengan keluarga tentunya diawali shalat ied yang pagi itu dimulai jam 7 pagi. Setelah shalat ied dan bersalam-salaman kepada jamaah shalat ied secara beraturan, dan melihat seorang senior yang bersalaman sampai merintihkan air mata dan memeluk setiap jamaah yang disalaminya, hingga membuat jamaah yang dipeluknya sontak gelagapan menerima pelukannya *heyaa. Dan saya masih bersalaman hingga tiba giliran saya  berhadapan dengannya, dan saya tidak berani menatap matanya takut kesetrum juga *hihihi.

Setibanya dirumah setelah shalat ied, saya langsung bermaaf-maafan kepada kedua orang tua dan adik-adik lalu dilanjutkan dengan sarapan pagi. Belum selesai kami sarapan, didepan sudah ada yang mengucap salam. Ternyata tetangga depan yang buru-buru akan kerumah sanak saudara makanya mereka datang disaat yang lain masih dimeja makan.

Karena tak hentinya tamu yang hadir, akhirnya saya hanya menjadi penyambut tamu hingga tengah hari mata tak lagi mampu tertahan kantuk dan tertidur hingga bedug ashar menggema dilangit bandar lampung. Setelah mandi dan berberes, ini saatnya sungkem sama calon mertua *hihihi. Sebenarnya sih tidak sungkeman, hanya cium tangan dan mohon maaf lahir dan bathin saja. Tak lupa juga bermaafan dengan tetangga dan keluarga disekitar rumah pacarku.

Dan dilanjutkan makan bakso, meski tempat favorit kami tutup karena masih lebaran akhirnya dapat juga tempat makan bakso. Tapi berbeda dengan yang biasa kami makan karena warung bakso ini cukup punya nama karena punya cabang ditempat lain, yang kali ini pelayanan dan rasanya tidak memuaskan. Jadi cukup sekali ini saja makan di bakso itu dan kami pulang dengan perasaan tidak puas cukup kenyang saja rasanya tapi tidak nikmat.

Dan setelah berbincang sebentar, saya pun pulang karena malam semakin larut karena besok waktunya Silaturahmi ke rumah saudara.. Untuk teman-teman blogger semua “ Mohon maaf lahir & bathin ya, mulai dari nol lagi ya..”

Penulis: Yan shu

" Menyempatkan waktu untuk membaca, berarti memberi kesempatan kita membuka jendela dunia "

8 thoughts on “Cerita Idul fitri 1433 H”

Jangan lupa "like" dulu ya :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s