Cerita anak kampus


Selain semua cerita di bangku kuliah, catatan ga’ penting anak muda, masih banyak cerita lain nya. Yang salah satunya saat penyusunan laporan PKL yang kini lagi dirasakan mahasiswa angkatan 2008 dikampusku termasuk saya sendiri. Merangkai bab demi bab agar sesuai dengan yang diharapkan dan sesuai masalah yang sedang dibahas.

Memang bermacam-macam cara pembimbing dalam membimbing pembuatan laporan PKL itu, ada mahasiswa yang disuruh membuat langsung seluruh bab dan pembimbing tinggal mengoreksinya, ada juga yang buat bab demi bab baru dikoreksi.

You know lah ‘dikoreksi’, dengan susah payah merangkai kata hingga tersusun rapih dan saat dikoreksi dengan mudah saja pembimbing ini salah.., kurang ini.., bukan kayak gini.., bermacam-macam salah terkadang membuat kesel karena hasil yang dibuat belum sesuai harapan pembimbing.

Tapi semua itu bukan untuk menyusahkan mahasiswa, karena itu memang tugas para pembimbing agar mahasiswa bimbingannya membuat laporan PKL dengan baik, meski pandangan awal mahasiwa terkadang membuat kesal karena telah buat dengan susah payah.  Ada juga yang setiap kali bimbingan selalu di ACC oleh pembimbing mahasiswa itu malah bingung melihat teman-teman nya yang sampai mukanya merah padam karena kesal setiap bimbingan selu saja ada salahnya, mahasiswa itu berfikir ragu tentang apa yang dibuat apakah memang benar sehingga selalu di ACC apa pembimbingnya yang mungkin malas mengoreksi dan kalo salah dia takut gimana saat itu dipertanggung jawabkan sidang nanti, keluhnya.

Tidak semua pembimbing menguasai materi yang dibahas di laporan PKL, jadi tugas mahasiswalah untuk lebih mendalami materi-materi itu agar dapat dipertahankan saat sidang. Ada sebagian mahasiswa yang menurutku hoki, cepat menyelesaikan laporan dan saat saat sidangpun lancar-lancar saja meski ada revisi pada hal-jal sepele. Materi yang disajikan menurutku belum sesuai dengan dasar teori yang sebenarnya dan beruntungnya dosen penguji juga tidak membahas soal rancangan sistemnya, hanya membahas alur dari sistem karena tidak memahami materi use case pada saat itu, mungkin.

Belajar dan terus belajarlah sampai kita tak mampu lagi belajar dan harus diajarkan oleh orang lain.(anak muda)

Penulis: Yan shu

" Menyempatkan waktu untuk membaca, berarti memberi kesempatan kita membuka jendela dunia "

Jangan lupa "like" dulu ya :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s