Cerita Awal Puasa


Terlepas dari heboh penglihatan ada tidaknya hilal yang sempat diragukan karena cuaca buruk dan akhirnya ramadhan kali ini setelah melalui sidang isbat (salah ga tuh tulisannya) akhirnya dipustuskan 1 ramadhan akan dimulai hari sabtu berati malam ini belum mulai sahur.

Dan setelah menentukan judul dari cerita ini adalah cerita awal puasa, mari kita mulai dengan membaca bismillah *lohh. Udah cukup ga fokusnya, saya akan mulai bercerita.

Awal puasa, dimasa saya kecil dulu puasa merupakan waktu yang sangat ditunggu-tunggu, kalo ditanya kenapa, itu karena dibulan itu biasanya bulan penuh rezeki. Karena kalo puasa kan ga jajan tuh, nah uang saku nya dikumpulin sama emak sampai mau lebaran dan kalo puasanya full dapet bonus lagi waktu lebaran. *hehehe. Dan uangnya untuk beli pistol-pistolan yang selalu musim disetiap menjelang hingga lebaran tiba yang berpeluru plastik seperti telor cicak bertenaga pegas itu.

Biasanya diawal-awal puasa, yang namanya bangun sahur itu paling heboh. Ga cukup sekali dibangunin, pas pertama dibangunin : iya, bentar.. (*tarik guling lagi), yang kedua biasanya setengah jam menjelang imsyak jadi pas dibangunin dan dikasih tau kalo waktu sahur tinggal setengah jam lagi, langsung loncat dari kasur, raup (baca : cuci muka) sekedarnya dan makan sahur secepatnya.

Sedangkan disaat mulai mengenal kuliah, awal puasa tak berbeda dengan waktu kecil bedanya uangnya habis begitu saja entah buat apa saya lupa. Bedanya waktu bangun sahur, mata sudah melek tapi tetap tidak pindah dari kasur hingga panggilan kedua *hadehh.

Yang sedikit berbeda, cerita awal puasa saya pada saat sudah bekerja. Yang pasti tak ada lagi uang saku, tak ada lagi menuggu THR saat lebaran tiba. Dan diawal puasa seperti saat ini, harus sahur dikamar sendiri, tidak ada yang membangunkan hingga 2x seperti masa kecil atau kuliah. Hanya ada suara handphone yang membangunkan baik dari Alarm yang di setting atau telepon dari pacar, haseeekk. Dan kadang-kadang si jago mengerti juga kalo itu waktu sahur dan dia berkokok dengan semangat 45, walaupun hanya kuanggap angin lalu karena dia berkokok jam setengah tiga pagi.

Yah, memang tidak jauh berbeda dengan teman-teman blogger lainnya. Hanya sekedar share pengalaman anak muda di setiap awal puasa, cukup sekian dan terima kasih. (Dapet gambar darisini)

7 gagasan untuk “Cerita Awal Puasa

  1. Ping-balik: Sahur pertama ramadhan « Catatan Anak Muda

Jangan lupa "like" dulu ya :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s